Lagi-lagi Jatuh Cinta Lagi
Sudah dua kali sepertinya saya menulis bahwa saya sedang jatuh cinta, yang jauh lebih parahnya lagi saya jatuh cinta dengan dua orang yang berbeda di tahun yang sama. Mungkin itu bukan sesuatu yang aneh mengingat bahwa menyukai seseorang itu adalah hal yang wajar, tetapi tidak dengan saya.
Saya jadi berfikir, apa mungkin saya adalah orang yang tidak setia, mudah berpaling kepada orang lain atau sejenisnya itu, padahal saya sama sekali tidak ada pemikiran seperti itu. Saya ingin menjadi orang yang setia dan hanya mencintai satu orang saja.
Namun, apa itu ‘cinta’ sesungguhnya?
Berkali-kali saya naksir cowok dan sudah banyak cowok yang jadi korban ‘ke-naksir-an’ saya, mulai dari jaman TK sampai saat ini. Saya jadi sedikit bingung dengan kebiasaan saya ini yang sedikit mlenceng dari kebiasaan saya menulis cerita cinta yang isinya bahwa dia hanya menyukai satu orang saja dari awal sampai akhir. Tapi itulah saya.
Saya punya banyak cita-cita terpendam—yah sebut saja impian—bahwa suatu hari nanti saya akan menemukan seseorang yang akan saya cintai sepenuh hati saya, seseorang yang akan saya cintai dari awal sampai akhir meskipun kami terpisah jauh, seseorang yang akan selalu saya fikirkan meskipun dia tidak ada disisi saya saat itu, serta seseorang yang ternyata selalu memikirkan saya.
Apakah itu mungkin?
Tunggu sebentar, jadi sebenarnya apa sih yang mau saya sampaikan disini?
Kalau kata orang-orang, cinta itu sulit untuk didefenisikan. Kalau kata Deddy Cobuser (eh, bener enggak tuh tulisnnya) dalam acaranya di salah satu acara TV Swasta nasional, ada seorang anak kecil yang di tanya “apa itu cinta?”, anak itu menjawab “Cinta adalah dimana ayah dan ibunya sedang duduk bersama”. Begitu absurdnya arti kata cinta itu sendiri sehingga menimbulkan banyak persepsi di dalam benak banyak orang, bahkan anak kecil sekalipun.
Buat saya, cinta itu terbagi menjadi tiga hal. Pertama, Cinta kepada Tuhan. Cinta yang ini jelas harus kita miliki dan cinta yang ini akan kita bahas kapan-kapan saja. Kedua, Cinta kepada orang tua, keluarga, dan sahabat. Yang terakhir, Ketiga, cinta kepada lawan jenis, dan ini yang akan kita bahas saat ini.
Saya adalah perempuan normal berusia 17 tahun lebih 8 bulan. Masih cukup muda untuk memikirkan hal ini. Dalam tahap perkembangan yang saya lupa punya siapa, pada tahap remaja seseorang mulai muncul ketertarikan terhadap lawan jenis. Tapi buat saya ketertarikan saya terhadap lawan jenis sudah saya mulai sejak saya TK, hahahahahaaaa. Husss, maklum pengaruh sinetron dan telenovela pada jaman kecil saya cukup kuat.
Dulu waktu jaman TK, saya naksir teman saya yang bernama—emh, sek sek dipikir dulu—Ari, gara-gara waktu itu kami (waktu itu saya dan dia berserta teman saya yang bernama jihan—dia cowok) merupakan satu teman antarjemput TK. Tapi namanya anak kecil, ya sudah sudah sampe situ aja.
Setelah itu saya SD, kalau yang ini saya enggak bisa ngitung sudah berapa yang saya suka, tapi ada tiga orang yang masih saya ingat menjadi korban saya. Yang pertama namanya, aduh serius kali ini saya lupa namanya, pernah pacaran sama dia di kelas tiga SD, tapi besoknya kita putus. Haahahaaaaa. Yang kedua, namanya Ian atau siapa ya? Saya lupa. Dulu pernah nyuratin dia dan ketahuan ibunya, sumpah malu banget saat itu X_X. Dan yang terakhir namanya Bimo. Anaknya nakal, sebetulnya enggak ganteng-ganteng banget, tapi orangnya cool dikit lah ya. Nah, kalau ini cukup lama sukanya. Dari saya kelas lima SD akhir sampai aku UNAS SD.
Nah ini awal mulai saya bener-bener kenal cowok yaitu Waktu SMP. Ini bener-bener bisa disebut jatuh cinta. Yang pertama namanya Ragil. Dia cowok pertama yang mengajak saya smsan dan orang pertama yang saya nyatakan langsung bahwa aku suka sama dia. Bagimana bisa suka sama dia, ibarat iklan, awal dia masuk kelasku, saya langsung suka sama dia, love at the first sight lah. Dan sekan terbutakan oleh cinta, saya bahkan tidak peduli bahwa dia berandalan disekolah, hobi berantem dan lain sebagainya. Cukup lama juga deket sama dia, pulsa sampai cepet banget habis. Tapi setelah itu kandas—bahkan kita belum sempet jadian—karena saya bilang sama dia kalau saya belum mau pacaran dulu. Sumpah, itu adalah hal terbodoh yang pernah saya katakan, tapi saya tidak menyesal sih. Itu tadi orang pertama, orang kedua dan orang ketiga namanya Chossy sama Rizky. Kalau yang dua ini sepertinya tidak usah diceritakan karena tidak begitu mengena dan Cuma naksir doang. Dan yang terakhir namanya Yunan. Awal mula biasa kenal? Begini (ehem, benerin dasi dulu), dia punya adik, adiknya adalah temanku satu kelas sebelum dia keluar dari kelasku—kelasku waktu itu kelas akselerasi. Entah ada angin apa ya, saya tiba-tiba minta nomer hape kakaknya itu, dan agresifnya, saya duluan yang sms kakaknya itu dengan dalil bahwa saya hanya ingin buang bonusan—jaman dahulu bonus sms berlimpah—dan sejak itulah kami mulai sering smsan. Kita saling curhat, dia curhat tentang orang yang dia taksir, aku juga demikian, dan akhirnya benih-benih cinta mulai tumbuh diantara kita. Tapi sayang, waktu itu saya sudah bersumpah tidak akan pacaran dulu sampai lulus SMP, dan karena dia orangnya pengertian, akhirnya kami TTMan sampai Ujian Praktek. Setelah itu, dengdengdengdeng, kami jadian. Ahaahahahaaaaaa…
Akhirnya kami masuk SMA, dan kami berbeda SMA, dia di SMA 1 Pakem, dan saya di SMA 1 Sleman. Sebenarnya kami sempat putus, tapi akhirnya nyambung lagi, tapi kurang lebih tiga bulan kemudian kami putus, dan itu semua karena saya tidak boleh pacaran dulu Dan disuruh fokus sekolah, walaupun itu adalah 80% alasan saya putus dengannya, alasan lainnya itu rahasia. Selang setahun kemudian, dia punya pacar baru, dan saya turut senang karena—jujur saja—saya kasihan waktu putus sama dia. Dia terlihat begitu mencintai saya, tsaaaah. Setelah itu saya berjanji lagi tidak akan pacaran sampai saya lulus SMA. Tapi apa kata maudi, rasa suka itu muncul tiba-tiba. Bisa di hitung sih sudah berapa orang yang jadi korban ke’naksir’an saya ini. Kala itu yang saya ingat ada 4 orang teman SMA dan 3 orang teman paskibraka yang saya taksir, dan saya tidak akan menceritakan ketujuh orang tersebut karena sudah males inget-inget lagi. Mungkin salah satunya bisa di buka disalahsatu postingan saya.
Memasuki masa perkuliahan, pada saat masuk untuk TM ospek saja, lagi-lagi, love at the first sight muncul. Pernah saya ceritakan di postingan kedua terakhir saya yang berjudul ketika-kelebihan-menjadi-sebuah-bumerang, bahwa saya naksir salah seorang teman maba saya, kisahnya bisa dibaca disana. Tapi saudara-saudara, kisah itu hanya bertahan dari 2 september sampai tangal 21 desember karena saya menemukan mangsa baru. Hahahaaa
Kali ini saya tidak akan cerita panjang lebar, dan tidak akan saya ceritakan karena saya berniat untuk melupakan dia karena dia.. ah, sudahlah.
Jadi, sebenarnya apa sih yang mau kamu ceritain, ijaaaaaah?
Saya Cuma mau cerita, ternyata yang namanya mencari jati diri itu susah. Apa lagi kita semakin dewasa dan yang namanya ketertarikan kepada lawan jenis itu wajar. Tetapi ketika ketertarikan itu membuat kita menjadi terganggu bagaimana?
Hampir semua anak yang saya suka membuat saya terganggu, Dan itu semua secara psikis. Saya sebenarnya tidak ingin naksir siapapun sampai saya lulus kuliah (lagi-lagi saya berfikir untuk tidak pacaran dulu sebelum lulus kuliah) tapi kali ini mungkin akan menjadi susah. Perasaan ketertarikan kepada lawan jenis susah sekali untuk di tolak. Saya selalu berfikir, apa mungkin saya cinta sama dia (sama siapapun orang yang saya taksir), tetapi tidak, saya selalu mudah untuk menyukai seseorang, saya terlalu mudah juga melupakan seseorang, dan saya sangat mudah untuk terbawa terhadap perasaan saya sendiri.
Saya hanya mohon doanya kepada teman-teman, tolong doakan saya semoga pada suatu hari saya dapat menemukan seseorang yang benar-benar saya cintai dengan cara saya, dan dia mencintai saya dan hanya saya sampai maut menjemput kami. Aamiin
Satu lagi, doaakan semoga saya enggak hobi galau.. Aamiin
Nb: jangan bosen-bosen ya denger curhatanku yang sukanya di ulang-ulang dari satu postingan ke postingan lain
Sorry for distrubing story, 23 desember 2012.
@malaijahhat, malaijahhat.wordpress.com
Beda Cinta vs Kasih Sayang
Cinta bukan kata asli bahasa Indonesia atau Melayu. Ia datang daripada bahasa Spanyol dan Portugis ke tanah Melayu semasa zaman kolonial Eropa dahulu.
Arti cinta adalah pita sebagai tali pengikat. Dan arti kedua daripada cinta adalah cincin. Pita sendiri juga bukan asli bahasa Indonesia, melainkan dari kata fita milik Portugis. Biasanya pita adalah berkait erat dengan bentuk pemberian cadeau atau kado. Pengistilihan kado adalah meniru lughah Belanda, kata lain dari hadiyah.
Dalam sastra Melayu asli, tidak ditemukan kata cinta, melainkan hanya kata kasih dan sayang atau rahman wa rahim, seperti termakhtub dalam pantun Melayu berikut:
dari mana punai melayang
dari sawah turun ke kali
dari mana kasih sayang
dari mata turun ke hati
Di kemudian hari pantun itu berulah dan berubah menjadi:
dari mana datangnya lintah
dari sawah turun ke kali
dari mana datangnya cinta
dari mata turun ke hati
Bahasa Indonesia tidak bisa menterjemahkan dan menggambarkan secara pasti apakah itu sebenar cinta.
Yang mesti kita pahami, sejarah awal kata cinta di Nusantara adalah, wujud bentuk pemberian cincin berpita atau cadeau ketika orang melamar calon istri sebagai tanda jadi untuk pernikahan. Ini adalah efek ekpansi bahasa dari ekspansi militer Portugis di Nusantara pada masa lalu.
Jadi ketika ada orang mengatakan, “aku cinta padamu,” adalah sama arti dengan ia mengatakan, “aku pita padamu,” atau, “aku cincin padamu.” Sunggoh menjadi aneh dan rancu jadinya. Mungkin makna yang tersembunyi adalah, “aku terikat dengan kamu.” Tapi hanya terikat, dasar laki-laki masih bisa selingkuh atau membuat konspirasi ranjang dengan yang lain.
Kalau digambarkan dan diterjemahkan dengan bahasa Arab, juga tidak mewakili seperti wujud sebuah aqad, jika cinta itu tali ikatan seperti tali cinta. Karena mereka menamakan cinta sejak kali bertemu pandang, sedang ke dua belah pihak belum ada kesepakatan dan keterikatan akad saat bertemu pandang. Arti aqad adalah iqad atau iqadan yang kemudian melahirkan kata ikat atau ikatan sebagaimana istilah untuk utas tali dalam bahasa Indonesia.
Jadi cinta adalah sebuah cerita untuk orang dewasa yang hendak naik rumah berjenjang atau rumah tingkat atau rumah bertangga. Rumah bertangga atau rumah berjenjang biasa disebut lamin. Di mana lamin adalah rumah bertingkat tempat berkumpul keluarga besar suatu suku di Kalimantan. Sehingga arti lain Rumah Tingkat atau Rumah Tangga adalah Lamin.
Kemudian orang menyebut “naik lamin” atau “naik pe~lamin~an”. Yaitu sebagai kiasan menuju tatanan rumah besar yang naik tangga berjenjang di mana dalam kehidupan kita akan menemukan jenjang-jenjang kesulitan dan ujian hidup.
Alat untuk berumah tangga disebut ke~lamin. Jadi fungsi alat kelamin adalah untuk berumah tangga bukan untuk berpacaran dan apalagi untuk berpelacuran dan berbuat yang tidak senonoh. Tidak untuk berbuat yang enggak-enggak dan yang engguk-engguk.
Dan jangan anda menawarkan sebuah kalimat seperti ini, “Mari main ke rumah saya,” karena sama maksud dengan mengajak, “Mari main ke lamin saya.” Karena bermain kelamin adalah tidak senonoh dan dilarang oleh presiden.
Ya, cinta dan rumah tangga memang memerlukan kelamin. Dan secara tidak legal banyak penjual cinta atau penjual kelamin.
Sulit pula ditemukan istilah penjual kasih sayang, karena kasih sayang tidak dijual baik pra bayar maupun pasca bayar. Beda sekali dengan germo yang leluasa menjual beli cinta dan kelamin tanpa perlu naik pelamin dahulu.
Cinta dalam bahasa Persia adalah asyiq, bahasa Indonesia menulisnya menjadi asyik. Yaitu kondisi yang lupa diri dan lena. Kondisi yang nikmat dan kepayang. Orang yg bercinta biasa disebut masyuq sehingga ada istilah sedang berasyik masyuk dalam cumbu mencumbu. Yaitu penggambaran suasana titek titek dan tidak senonoh.
Jika republik ini telah menjadi “republik cinta” atau “republik asyik”, maka wajar saja telah menjadi “republik napsu” atau “republik mesum”. Yang diperlukan negeri ini dan pejabatnya adalah sentuhan kasih sayang kepada rakyatnya.
Pemaksaan terjemah kata cinta dari bahasa Arab adalah dari kata hubb. Kata bahasa Arab yaitu hubb diartikan cinta, padahal arti sesungguhnya dari hubb adalah suka atau menyenangi. Kata hubb kemudian berkembang dalam bahasa Inggris menjadi hobby yaitu kesukaan atau kesenangan.
Sama maksud dengan istilah amateur yaitu gambaran “suka akan sesuatu”, yang mana datang dari pengembangan kata amar dan amor. Tinju amateur adalah tinju karena kesukaan belaka, bukan sebagai profesi mencari wang. Radio amateur adalah radio untuk kesukaan belaka bukan radio niyaga.
Kalau kita perhatikan dengan seksama, film-fim Indonesia pada tahun 1960-70 tidak memakai kata cinta untuk mengucap ketertarikan atau jatuh hati. Pelakon atau bintang film akan berkata, “Wati… aku kasih padamu, aku sayang padamu.”
Film-film masa lalu mengingatkan kita, betapa santunnya bangsa Indonesia di masa lalu.
Penterjemahan dan pengartian cinta menjadi banyak ma’na. Terlebih dalam bahasa Indonesia kian menjadi rancu, karena bahasa Indonesia bukan bahasa ilmu. Dokter cinta dan peramal cinta juga tidak menjabarkan, “apakah itu cinta”. Arti cinta selalu berubah-ubah setiap saat sesusai keperluan zaman.
* * *
Tuhan menurunkan paham kasih dan sayang atau paham rahman dan rahim. Suatu ajaran tentang kasih sayang untuk pergaulan dunia.
Artinya kita harus selalu memiliki rasa kasihan [rahman] dan rasa sayang [rahiim] kepada sesama makhluq, punya rasa kasihan kepada kekasih, juga kasihan kepada pasangan. Memiliki rasa kasihan kepada suku yang hitam atau yang putih, memiliki rasa kasihan kepada musuh agar tercapai perdamaian dan keselamatan dunia.
Terjadi kekerasan dalam rumah tangga, atau perceraian karena mereka telah hilang sentuhan dan rasa kasihan [rahman] kepada pasangan sehingga, lalu muncul rasa benci dalam benak masing-masing. Mungkin satu sebab satu dari mereka telah tergoda cinta dengan selingkuhan yang lain. Ini hanya efek dari zaman yang gelap, dan kejadian demikian sedang lumrah terjadi.
Kita telah banyak kehilangan sentuhan rasa kasihan [rahman] dan rasa sayang [rahiim].
Sehingga banyak cekcok dalam rumah lamin atau rumah tangga, kita menjadi tak segan memukul atau menendang, memutilasi tubuh dan meninggalkan pasangan kita, itu karena kita sedang hilang sentuhan rasa kasihan [rahman] dan rasa sayang [rahim] pada sesama makhluq.
Menendang kucing karena kebencian pada binatang, adalah wujud kita tidak memiliki sentuhan rasa kasihan [rahman] kepada sesama makhluq Tuhan. Kalau menyukai makhluq Tuhan karena sexy belaka, itu karena cinta atau napsu belaka, bukan karena kasih dan sayang. Artinya bukan karena anjuran Tuhan, tapi karena anjuran nafsu dan nafas belaka
Mempertahankan pernikahan tidak hanya memerlukan cinta, tapi memerlukan rasa kasihan dan rasa sayang. Itulah hal-hal yang utama dalam bahtera perlaminan. Kita harus selalu kasihan kepada pasangan hidup kita.
Kesalahan zaman kini adalah, banyak pernyataan sikap wanita, bahwa tidak mau dinikahi oleh pria dengan alasan karena pria itu hanya merasa kasihan [rahman] kepada wanita tersebut. Wanita tersebut akan merasa terhina jika ia dikasihani.
Sang wanita akan berkata dengan penuh makna, “Mas… aku tidak mau jika kau menikahi aku hanya karena rasa kasihan [rahman] padaku.”
Padahal dikasihani oleh pria adalah hal yg pokok dan haqiqi dari Tuhan YME.
Cinta adalah napsu dan bisa dibeli di setiap kota.
Lelaki cepat menaruh rasa cinta dengan siapa saja, namun belum tentu memiliki atau menaruh rasa kasihan dan rasa sayang pada wanita itu. Lelaki kerap berlaku seperti kuching garong. Begitu ia bertemu perempuan ia langsung bisa bersetubuh. Begitu ia masuk tempat pelacuran ia langsung “jatuh cinta”, ia langsung berkelamin.
Itulah arti cinta, adalah bukan rasa kasihan dan rasa sayang lagi. Melainkan gelora yang menyala-nyala dan mudah padam begitu maksud tercapai.
Kenapa banyak perceraian pada zaman sekarang?
Karena mereka tidak memiliki rasa kasihan [rahman] dan rasa sayang [rahim] kepada pasangannya. Mereka memiliki keinginan lain yaitu keinginan manusia. Manusia dengan manusia lain tidak akan pernah bisa cocok, melainkan harus berselaras dan berharmoni. Jika telah sepakat dalam perlaminan, maka ego pribadi harus diubahkan. Jika tidak maka kapal akan pecah dan karam.
Yang diperlukan dunia adalah kasih sayang.
Cinta selalu berubah-ubah arti menurut kepentingan zaman, kepentingan bisnis, dan keadaan.
Wujud dan rasa dari kasih sayang adalah abadi dari dahulu sehingga kini.
Dunia tidak perlu asyik masyuk untuk sebuah kelahiran bayi, namum memerlukan kasih dan sayang untuk melahirkan dan menumbuh kembangkan insan manusia dalam keselamatan dan perdamaian dunia.
http://fimadani.com/beda-cinta-vs-kasih-sayang/ Continue reading
Ketika Suatu Kelebihan Itu Menjadi Bumerang
Tunggu! Jangan salah paham dengan judul yang saya buat diatas. Bukan berarti tidak bersyukur, hanya terkadang hal tersebut memang sungguh-sungguh pernah terjadi dikehidupan nyata yang terkadang tanpa kita sadari ternyata terjadi kepada diri kita sendiri, khususnya saya pada saat ini.
Kita semua pasiti punya kelebihan, ada yang berwajah cantik, ada yang tinggi semampai, ada yang memiliki badan bak model, ada yang pintar dan lain sebagainya. Kita patut bersyukur atas apa yang kita miliki itu. Tidak hanya harus bersyukur, tetapi juga harus menjaga kelebihan kita itu sebagai tanda bahwa kita benar-benar bersyukur. Tetapi taukah anda bahwa terkadang kita ingin membuang kelebihan itu?
Saya garis, tebal, dan miringkan kata itu sebagai tanda penekanan. Semua manusia di dunia ini pada hakikatnya memiliki keinginan yang tidak terbatas. Banyak contoh disekitar kita yang dapat kita jadikan contoh dalam keinginan yang tidak terbatas. Termasuk dengan menghina atau merasa bahwa kelebihan kita ini sebagai bencana.
Sebagai contoh, ada orang yang justru tidak PD dengan kecantikannya, dia merasa bahwa orang yang mendekatinya hanya melihat kecantikannya saja, ada yang badannya sudah kurus, tetapi ingin digemukkan begitu pula sebaliknya. Dan saya merasa bahwa tubuh saya yang tinggi dan berisi ini menjadi sebuah bumerang bagi saya.
Saya bersyukur memiliki badan yang tinggi. Karena saya memiliki badan yang tinggi, saya bisa mendaftar Paskibraka dan alhamdulillah saya bisa menjadi Paskibraka Provinsi D.I.Yogyakarta 2010. Karena saya memiliki badan yang tinggi saya memiliki kempatan yntuk mendaftar Akpol. Karena saya memiliki badan yang tinggi, banyak orang yang memperhitungkan saya untuk dapat memimpin mereka walaupun otak saya kosong, tetapi itu semua karena mereka menganggap bahwa saya mampu dilihat dari segi fisik. Saya memiliki badan yang besar, dengan demikian tidak banyak laki-laki yang menggangu atau menggodai saya sehingga saya bisa berjalan dengan tenang dan aman.
Tapi tau kah anda bahwa saya merasa tidak begitu senang dengan diri saya? Mungkin saya adalah contoh orang yang tidak pernah bersyukur. Saya tidak patut dicontoh. Saya tidak begitu senang dengan badan saya yang besar, saya tidak senang dengan dengan tinggi saya yang mungkin sedikit lebih dari rata-rata, dan muka saya yang kata orang-orang itu cantik membuat saya merasa justru saya itu jelek.
Bagaimana sih awalnya saya bisa merasakan demikian?
Saya merasakannya hari selasa, 10 September 2012. Karena apa? Karena saya naksir seseorang. Ada yang tidak tau arti kata ‘naksir’? Naksir itu suka sama seseorang. Sebut saja inisialnya Y. Kalau ada yang merasa itu inisial anda, mohon maaf, mungkin hanya ketidak kesengajaan. Dia adalah teman kuliah saya. Sama-sama maba dan sekarang satu kelas. Sekarang saya masih semester 1 di Universitas Akhmad Dhani (loh!!)
Saya suka sama dia ketika hari pertama, 02 September 2012, hari dimana TM untuk P2K (ospek—pen). Pertama kali melihatnya intepretasi pertama saya adalah ‘orang itu mirip Dongwoon’. Dongwoon adalah salah satu bias (idola dalam k-pop—pen) saya di Beast yang merupakan salah satu boyband di korea selatan. Wajahnya sedikit mirip bule, itulah yang membuat saya berfikir bahwa dia mirip Dongwoon. Awalnya hanya biasa saja, tetapi lama-kelamaan saya selalu melihat dia disetiap kesempatan dan disetiap cela. Bahkan saya berdoa semoga saya bisa sekelompok dengan dia, dan ternyata tidak sekelompok karena kelompok dibagi berdasarkan gender.
Hari pertama P2K, saya tidak lagi memperhatikan dia karena sudah kelelahan kemarin membuat atribut untuk hari senin dan karena sudah terlambat untuk datang ke JEC (ketika itu P2K dilaksanakan disana). Dihari pertama P2K juga semua mahasiswa dari semua fakultas datang dan begitu berjubel membuat saya merasa kecil dengan jumlah orang yang begitu banyak. Jadi dihari kedua ini saya tidak begitu memperhatikannya walaupun kalau ada cela dan tidak sengaja saya masih memperhatikannya.
Hari kedua, hari inilah mulai saya sering melihatnya. Ketika saya menghadap kebarisan laki-laki, yang pertama kali akan saya cari adalah dia. Dan itu membuat saya terkadang senyum-senyum sendiri ketika berhasil mendapatkan seluruh wajahnya, padahal biasanya hanya rambutnya atau cuma kupingnya. Apa lagi ketika kami berhadapan karena tidak sengaja (misalnya ketika mau kebelakang atau karena mengambil jatah makan siang dan lain-lain) saya tidak hanya senyum-senyum tetapi juga berbalik arah dan berjalan berlawanan arah dengannya saking malunya akan bertemu dengannya.
Hari hari berikutnya saya semakin gencar memperhatikannya, terkadang malah seperti orang gila karena sering senyum-senyum sendiri. Saya semakin hafal dengan tikah lakunya. Kalau ketika pulang dia menunggu di depan ITC dulu lalu jalan menuju pertigaan mandala krida, atau dia yang suka pulang mendahului, atau dia yang paling sering duduk dipojok dari kelompoknya, juga yang sepertinya dia ketua kelompoknya (sama seperti saya yang membuat saya merasa senang juga), atau dia yang begitu baik dan suka mengalah dan lain lain. Dia juga suka melinting lengan bajunya dan itu membuat dia semakin coooooooollllll…..
Yang saya sebutkan diatas adalah sisi positifnya, tetapi dia juga punya kelemahan. Tapi baru segi fisiknya saja yang saya temukan. Seperti, sebenarnya tuh dia orangnya kalau jalan bungkuk. Lebih keliatan lagi kalau dia lagi jalan pake almamater. Rasanya pengen saya suruh Push Up biar badannya tegak. Tapi, siapa gue? Sebenarnya dia orangnya kurang tegas, ya masih klemar-klemer gitu deh. Dan juga, jujur saja saya belum pernah melihat dia solat dimasjid. Entahlah, tapi buat saya itu adalah nilai yang amat sangat negatif.
Pada hari kelima dari seluruh maba fakultas psikologi (fakultas saya) dibagi menjadi tiga kelompok untuk mengikuti mastaf (masa ta’aruf, untuk memperkenalkan IMM dan Tapak Suci). Kelompok yang pertama kali disebut adalah kelompoknya dan kelompoknya berjalan kearah gedung ITC. Selama proses pemanggilan untuk pembagian tempat saya berdoa, ‘Ya Allah semoga sekelas’ saya ucapkan berualang-ulang sampai teman-teman saya bingung kenapa saya seperti kesambet tuyul begitu dan menjadi penasaran siapa sih yang saya suka.
Ketika giliran kelompok kami yang disebutkan, ternyata kami kearah yang sama dengan kelompoknya, saya semakin bahagia. Tetapi ketika saya masuk kedalam ruangan, saya terpaksa harus menelan pil pahit itu dalam-dalam karena ternyata kami tidak sekelas. Dan saya merana.
Lima menit kemudian ternyata nasib saya berubah, dia sekelas dengan saya dan duduk tiga tegel dari tempat saya duduk membuat saya ingin pingsan. Tangan saya sudah gemetaran, keringat dingin sudah mengucur deras. Benar-benar tidak menyangka bahwa kami sekelas bahkan duduk bersebelahan dengan saya. Allah maha pengabul doa.
Saya benar-benar tidak bisa berkosentrasi dengan apa yang terjadi. Saya selalu berusaha bagaimana agar saya tidak melihat dia, padahal saya biasanya mati-matian berusaha agar saya dapat melihat dia. Saya seperti orang yang tidak konsisten, minta seruangan tidak dimanfaatkan, tetapi pas tidak bersama-sama malah muring-muring (marah-marah).
Pada hari itu juga ketika pulang saya pikir dia sudah pulang duluan karena memang itu kebiasaannya, tetapi ternyata saya salah, dia sedang berbicara dengan salah seorang co-trainernya dan dengan baik hati dan kelembuat dia berbicara kepada co-trainernya. Benar-benar membuat hati saya semakin lama semakin tidak karuan apa lagi ketika berjalan melewatinya yang ketika itu dia berdiri di tangga tepat ketika saya ingin turun akan pulang.
Pada hari terakhir, kami semua seluruh maba berkumpul di kampus 4 untuk mengikuti penitupan. Dan lagi-lagi dia duduk di pojok belakang, bukan dia sih, tapi kelompoknya, dan itu membuat saya susah untuk melihat dia karena posisi saya yang duduk agak kedepan. Teman saya yang bernama sama seperti nama salah satu presiden RI kita mengatakan bahwa si cowok yang saya taksir itu adalah orang yang baik dan mau mengalah. Pokoknya dia memuji-muji Y. Ketika itu juga saya sempat melihatnya berbicara dengan kakak panitia wanita yang sepertinya meminta untuk berfoto dengannya dan diapun menyetujui tanpa merasa terganggu.
Dan taukah teman-teman sekalian, saya sekelas dengannya. Memang saya yang berdoa agar saya bisa sekelas dengannya, tetapi ketika doa saya terkabul justu itu membuat saya menjadi bingung. Awalnya saya memang senang, tetapi lama-kelamaan saya merasa bahwa kuliah saya tidak konsen kalau yang ada hanya melihatnya saja tanpa memperhatikan dosen. Pada hari pertama dan mata kuliah pertama saya sama sekali tidak bisa konsen melihat dosen. Yang saya lihat hanya dia dan bagaimana caranya untuk melihat dia. Tetapi itu tidak berjalan lama karena kuliah selesai.
Namun ternyata tidak cukup sampai disitu, di kuliah selanjutnya dihari yang sama, dihari saya merasa bimbang, pak dosen memberikan kami tugas dan membagi kelompok. Kali ini saya tidak berdoa agar sekelompok, karena saya takut tidak bisa konsen lagi. Walhasil saya memang tidak sekelompok. Tetapi dia ditunjuk sebagai ketua kelas dan pada saat itulah dia mulai dikerubungi oleh para wanita anak kelas kami.
Saya sebenarnya tidak berhak untuk merasa seperti ini, merasa bahwa saya cemburu. Siapa saya? Apa hak saya. Tapi menurut saya itu wajar, bagaimanapun saya suka sama dia, dan orang yang naksir seseorang itu pasti akan cemburu bila orang yang ditaksir didekati orang lain. Begitu pula saya, jadi setelah saya berdiskusi dengan kelompok saya, saya memutuskan untuk langsung pulang dan meninggalkan tempat itu, tempat dimana saya merasa semakin panas dan gerah.
Dan pada saat itulah akhirnya saya merasa bahwa kelebihan saya itu adalah suatu bumerang. Saya merasa tidak PD lagi dengan ukuran tubuh saya yang tinggi, saya merasa minder dengan anak-anak wanita yang lain yang tingginya tidak begitu tinggi karena mereka tidak berasa terganggu jika berdekatan dengan orang yang tingginya hampir sama seperti tinggi saya sekarang. Saya merasa semakin tersudut. Apa lagi saya sekarang bertambah gendut, saya merasa bahwa boro-boro dia mau menyukai saya, melihat saya saja tidak dan saya menyadari hal itu. Saya terus menerus berfikir ‘ah, dia pasti tidak akan menyukaiku karena aku gendut’ atau ‘aku sama dia tingginya sama, bagaimana dia mau suka sama aku’. Dan itu adalah hal yang berputar-putar terus menerus sampai saya dirumah dan memutuskan untuk meulis cerita ini.
Saya pada awalnya memang memutuskan bahwa dia hanya saya jadikan objek saya untuk lebih termotivasi untuk kuliah, tetapi perasaan itu ternyata bertambah besar. Saya tidak tau kenapa hal itu dapat terjadi. Saya sering menyukai seseorang sampai seperti ini, mungkin dia adalah orang yang ke-5 yang saya suka sampai seperti ini. Dia mirip dengan mantan pacar pertama saya, inisialnya sama, tingginya mungkin sama, ukuran badannya mungkin saja, hanya saja lebih ganteng. Saya jadi berfikir, apakah saya memang menyukai orang-orang yang kecil. Kalau begitu itu semua salah saya dong?
Saya sekarang hanya bisa mempositifkan diri saya bahwa saya akan menemukan orang yang jauh lebih baik daripada dia. Allah akan mempertemukan saya dengan orang yang lebih baik dari pada dia. Ini adalah cinta monyet, cinta yang hanya berlandaskan atas fisik, dalam hal ini saya hanya menyukainya karena dia ganteng, tidak yang lain. Dan saya yakin, sebentar lagi saya akan menyukai orang lain, karena bagimanapun saya orang yang mudah jatuh cinta.
Padahari selanjutnya, selasa 11 september 2012, setalah saya bengong selama perjalan pulang dari kampus kerumah dan membuat saya tidak hati-hati dijalan, setelah saya memutuskan untuk menulis cerita ini dan sedikit demi sedikit sudah mulai tenang, tiba-tiba saya menjadi tidak tenang kembali.
Saat itu jam kuliah pertama saya hari itu, dosen hanya mengajar sebenar karena baru perkenalan. Jadi dimanfaatkanlah waktu itu oleh si ketua kelas untuk mengganti posisinya yang masih bisa dibilang sementara. Dan dia menawarkan bagi siapa saja yang mau mencalonkan diri sebagai ketua kelas. Yang namanya manusia ya, tidak ada yang mau menanggung susah-susah kalau sudah tersedia, akhirnya tidak ada yang menawarkan diri dan dia menjadi ketua kelas tetap atas kesepakan bersama karena semua mengusulkan dia untuk jadi ketua kelas.
Selanjutnya untuk memilih sekertaris dan bendahara teman-teman memutuskan bahwa mbak (aku lupa namanya) yang kemarin memfotokopikan handout di kuliah IKD sebagai sekertaris, sebenarnya saya lebih setuju kalau dia sebagai bendahara, karena dia lebih cocok megang duit dari pada menggang bolpen. Dan ketika giliran mencari bendahara dia bertanya siapa yang ingin menjadi bendahara, dan teman disebelah saya yang orangnya sangat bersemangat sekali mengangkat tanganku dan aku cepat-cepat menurunkan tangaku sebelum si ketua kelas melihat tangaku yang terangkat.
Karena ternyata tidak ada yang benar-benar angkat tangan, dia menujuk tiga kandidat utama sebagai bendahara. Lalu dia menujuk mbak-mbak yang berbaju pink dengan behel warna biru. Lalu saya menghadap kebelakang kearah mbak-mbak yang berbaju pink—ketika itu ada dua (dan saya tidak merasa menggunakan baju warna pink dan behel saya bukan berwarna biru)—yang berada dibelakang saya dan menujuk salah satu dari mereka. Tetapi ternyata bukan, yang dia maksud adalah orang yang duduk di sebelah orang yang menggunakan baju warna merah kotak-kotak dan yang tidak lain tidak bukan adalah—yang bisa anda tebak sendiri—saya.
Satu lagi kelemahan dia adalah, dia buta warna. Sebenarnya dia bisa bedain warna enggak sih? Maaf mas, ini bukan pink ini cream. Hati saya menjadi dagdigdug, tau sendirilah seperti apa saat itu. Entahlah saya orang keberapa yang dia pilih untuk jadi bendaharanya, yang pasti saya disuruh maju untuk dipilih bersama dua orang yang lain. Dan ketika dia bilang siapa yang mau memilih saya sebagai bendahara, 80% memilih saya, dan saya ingin mencekik satu persatu orang yang ada disitu karena telah memilih saya. Dan saya semakin frustasi.
Lalu karena saya telah terpilih dia mengumumkan kepada seluruh kelas bahwa ‘setelah ini saya minta nomer bendahara dan sekertaris’. Gila ya, orang yang saya suka punya nomer saya? Hahahahahahahahaaaa…….
Saya tidak tau harus bercerita apa lagi. Mungkin agak sedikit mlenceng dari judul, tetapi apa yang saya dapatkan ini semoga dapat membuat anda terhibur. Mungkin sangat tidak memotivasi, tetapi semoga pengalaman saya ini bisa berguna bahwa merasa tidak PD dengan kelebihan kita itu wajar. Tetapi bagaimanapun kelebihan itu harus tetapi disyukuri.
Bagi kalian yang masih penasaran dengan cerita ini, silahkan komen ya. Mungkin kalau ada kejadian baru bisa saya posting (berasa penting banget deh postingan saya?). terimakasih ya sudah menyembatkan waktu untuk membaca postingan saya ini.
Fildzah Malahati
fildzahmalahati@rocketmail.com for email and facebook
@malaijahhat for twitter
Malaijahhat.wordpress.com for my blog Continue reading
DAMPAK NEGATIF PERKEMBANGAN IPTEK
1. Mempengaruhi pola berpikir
Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang agresif dan penasaran serta suka dengan hal baru. Terutama sekali dengan adanya berbagai perubahan pada berbagai peralatan elektronik. Namun ternyata perkembangan tersebut tidak hanya berdampak terhadap pola berpikir anak, juga berdampak terhadap pola berpikir orang dewasa dan orang tua. Terlebih lagi setiap harinya masyarakat kita di sajikan dengan berbagai siaran yang kurang bermanfaat dari berbagi media elektronik.
[VIDEO]MV EXO MAMA+HISTORY NEW VER At SM.ART Exhibition
Reblogged from Yeppopo 한국 POP 좋아요:
EXO-K MAMA New Ver MV
EXO-M HISTORY New Ver MV
cr:dudtn7691,dearmydeerinexo,exoplanetth@utube
(News/Photos) Pemotretan Choi Siwon dengan desainer terkenal di dunia Karl Lagerfeld ditampilkan di majalah VMAN
Reblogged from Yeppopo 한국 POP 좋아요:
Pemotretan Siwon dengan desainer / fotografer terkenal di dunia Karl Lagerfeld akhirnya terungkap di situs majalah terkenal 'VMAN '.
Awal tahun ini, terungkap bahwa anggota Super Junior telah bertemu dengan Lagerfeld, yang secara pribadi mengambil pemotretan Siwon untuk edisi musim gugur majalah style.
Selain itu, Siwon menarik kekaguman dari semua orang untuk hubungan yang tidak terduga kepada perancang busana internasional yang terkenal, setelah mengungkapkan sebuah foto bersahabat dari keduanya yang diambil di Paris.
(News) Seohyun SNSD Menjadi Anggota Termuda Terbaik Diantara Anggota Girl Group Lainnya
Reblogged from Yeppopo 한국 POP 좋아요:
Seohyun SNSD telah menjadi anggota termuda terbaik dibandingkan dengan anggota girl group lainnya.
MBC Every1′s Week Idol akan merilis peringkat Top 7 dari anggota Girl group termuda yang powerful, yang dipilih oleh bintang idola lain.
Ketujuh gadis2 ini memiliki berbagai alasan untuk diakui sebagai anggota termuda yang paling kuat.
Suzy Miss A terpilih karena ia dikenal sebagai gadis yang kuat tidak hanya dalam grupnya tetapi juga di antara anggota girl group lain.
[HD] [ENG SUB] [FULL] 120714 tvN Saturday Night Live (SNL) Korea with Super Junior + Cuts
[Freelance] Who is He?
Reblogged from Park Ji Yeon FanFiction:
Title: Who is he?
Author: malaijahhat
Genre: I don’t know, maybe Romance
Rating: G
Cast: Park Jiyeon (T-ara)
Pesan: Assalamualaikum.. ini adalah FF pertama yang aku publish di tempat seperti ini (biasanya publish di blog pribadi gitu).. seneng banget FF ku bisa di publish dan dibaca orang, semoga saja ada yang respon.. Walaupun jelek yang penting sudah berusaha untuk “Develop my imaginagtion” hehehee Mian kalo aneh, yang penting menghibur, btw ini cerita pengalaman pribadi..


